Senin, 28 September 2009

Profil Sang Pembalap


Kimi Matias Räikkönen lahir di Espoo, Finlandia, 17 Oktober 1979; umur 29 tahun) adalah seorang pembalap Formula 1 yang berasal dari Finlandia. Ia saat ini bergabung bersama tim Scuderia Ferrari sejak musim 2007 dan langsung meraih gelar juara dunia di tahun pertamanya bersama tim Italia tersebut. Sebelum di Ferrari, Kimi sempat bergabung bersama tim Sauber dan McLaren. Kimi sendiri masuk ke ajang Formula 1 pada musim balap 2001 dengan hanya mengantungi pengalaman 23 balapan saja di ajang Formula Renault.


Kimi Räikkönen lahir dari sebuah keluarga sederhana di Finlandia. Kimi merupakan putra kedua dari dua bersaudara. Ibu Kimi bernama Paula, sementara ayahnya bernama Matti Räikkönen.[1] Kakak Kimi bernama Rami, saat ini ia turun di ajang Formula 3 Finlandia. Ayah Kimi adalah seorang mekanik. Dari kegiatan bongkar pasang mobil inilah minat akan motorsport mengalir di dalam tubuh Rami dan Kimi. Sekarang ayah Kimi juga mulai ikut serta di ajang reli regional Finlandia. Keluarga ini berteman baik dengan keluarga pembalap Finlandia lainnya, Heikki Kovalainen.


Sejak masih kanak-kanak, Kimi sudah tertarik pada beragam kegiatan olahraga. Saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar, Kimi sudah mulai bermain sepak bola. Memasuki usia SMP, Kimi lantas aktif pada beragam kegiatan ekstrakurikuler olahraga di sekolahnya. Ia mencoba gulat, taekwondo, sepak bola, basket, hoki es[2], dan cricket; dan ia selalu menang dalam kegiatan-kegiatan olahraga tersebut di sekolahnya.
Suatu hari, ia sempat kalah dalam sebuah pertandingan sepak bola di sekolahnya. Ia pulang ke rumah sambil menangis, dan kemudian memeluk ibunya. Ia lalu berkata, "Ibu, suatu hari nanti saya akan menjadi juara dunia, saya janji apapun itu olahraganya, pasti saya akan menjadi juara dunia". Sang ibu terharu dan kemudian ikut mendoakan agar Kimi dapat meraih cita-citanya tersebut. Apa yang dicita-citakan oleh Kimi dan ibunya akhirnya berhasil pada 15 November 2007, yaitu saat Kimi dengan sah merengkuh gelar juara dunia Formula 1.
Sebenarnya ketika Kimi masih kecil, ibunya sempat menentang Kimi untuk menjadi seorang pembalap. Ibu Kimi beranggapan bahwa ajang balapan adalah olahraga yang berbahaya. Namun keinginan dan semangat tinggi Kimi sudah tumbuh, sehingga akhirnya ibu Kimi tidak kuasa menolak keinginan anaknya untuk menjadi pembalap. Padahal sebelumnya, ibu Kimi mengharapkan anaknya menjadi seorang pengusaha sukses.



Kimi Räikkönen mulai mengasah kemampuannya di ajang karting nasional dan internasional sejak usia 10 tahun, sebelum akhirnya pindah ke balapan mobil junior di 1999. Sebelumnya ia sempat berkompetisi di empat balapan untuk Haywood Racing, finis ketiga di lomba pertamanya hingga akhirnya terpaksa gagal finis di tiga lomba berikutnya akibat masalah teknis. Kimi juga berkompetisi di Formula Ford Euro Cup[5], di mana ia finis kelima, namun sayangnya ia gagal mengikuti Formula Ford Festival. Bersama Manor Motor Sport, Kimi lantas menjuarai empat lomba yang diikutinya untuk berlaga di seri Formula Renault Winter.
Masih bersama Manor di tahun 2000, pembalap Finlandia ini bertarung di ajang British Renault Championship, dan berhasil menyabet gelar juara klasemen setelah memenangi tujuh lomba dari 10 balapan yang ia ikuti. Di setiap lomba, Kimi naik podium dan meraih tujuh pole dan enam fastest lap. Selain turun berkompetisi di British Renault Championship, ia juga berkompetisi di seri Formula Renault. Dalam kompetisi ini ia sempat bertemu dengan Felipe Massa, dan walaupun kurang akrab, Kimi mungkin tidak akan pernah menyangka bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi partner dari Felipe Massa di Formula 1. Selama berlaga di Formula Renault, ia berhasil memenangi balapan dua kali, dan juga dua pole serta dua fastest lap. Dari 23 balapan di ajang Formula Renault, Kimi mencapai keberhasilan rata-rata lebih dari 50%, dengan memenangi 13 dari 23 balapan yang ia ikuti. Atas hasil spektakuler ini, Peter Sauber dari tim Sauber kemudian dengan serius memperhatikannya, dan kemudian menghubunginya untuk mengetes Kimi dalam mobil F1. Hasilnya ternyata memuaskan, dan akhirnya membuat Kimi ditarik oleh Peter Sauber untuk mengisi salah satu kursi balapnya di tim Sauber-Petronas untuk musim F1 2001.


Kimi diisukan akan di-PHK oleh tim Ferrari jika penampilannya di musim 2009 tidak sesuai harapan..[30] Beberapa pembalap yang dikabarkan akan mengisi posisi Kimi di masa mendatang antara lain Robert Kubica, Sebastian Vettel, Fernando Alonso, dan bahkan terselip juga nama Lewis Hamilton. Isu ini rupanya turut mempengaruhi penampilan Kimi. Di tiga balapan awal musim 2009, Kimi gagal meraih poin saju biji pun. Memasuki balapan keempat di Bahrain, akhirnya lewat perjuangan keras, Kimi berhasil meraih 3 angka dengan finish di posisi ke-6. Namun di balapan selanjutnya di Spanyol, Kimi kembali lagi gagal meraih poin. Nasib Kimi sedikit lebih cerah saat ia meraih podium di GP Monaco, GP Hungaria, GP Eropa (Valencia,Spanyol), dan kemenangan pertama bagi dirinya dan Ferrari di Spa-Francorchamps, Belgia.
Kimi juga diisukan bakal hengkang dari F1 dan pindah ke WRC (World Rally Championship), namun Kimi membantahnya dengan mengatakan bahwa jika Kimi ingin ke WRC, tentu ia tidak lagi di F1. Kimi juga mengatakan bahwa ia masih berada di F1.

0 komentar:


Blogger Templates by Isnaini Dot Com and Volkswagen Cars. Powered by Blogger